TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, MEMPAWAH – Tundang singkatan dari pantun dan gendang yang merupakan kesenian tradisional asli Kalimantan Barat. Di Kabupaten Mempawah hanya ada ada 3 sanggar yang mengasuh kesenian tundang ini.

1. Tundang Mayang Sanggar Pusaka. Dipimpin Edy Ibrahim, di Desa Sungai Burung Kecamatan Segedong.
2. Tundang Musdatun. Dipimpin Basuni, di Desa Sungai Burung Kecamatan Segedong.
3. Tundang Sanggar Bintang Akila. Dipimpin Abd Gani Mahdi, di Desa Parit Bugis Kecamatan Segedong.

Kesenian tundang sejatinya adalah pantun yang dinyanyikan dengam irama yang khas secara berualang diiringi dengan gendang sebagi alat musik pengiring utama. Namun tidak hanya gendang saja yang dapat mengiringi, sejenis alat musik tradisional lain juga dapat mengiringi kesenian tundang ini. Seperti beduk, biola, gong, dan gentongan.

Kesenian tundang ini sejatinya harus menggunakan alat musik tradisional, pada saat penampilan pantun yang di iramakan menjadi sebuah lirik lagu sesuai dengan keadaan ataupun suasa di sekitar. Satu diatara 3 sanggar tundang yang Tribun temui yaitu tundang Sanggar Bintang Akila yang berada, di Desa Parit Bugis Kecamatan Segedong Kabupaten Mempawah. Saat ini masih dalam pengembangan Dinas Pariwisata Kabupaten Mempawah.

Pimpinan tundang Sanggar Bintang Akila, Abd. Gani mahdi mengatakan jika lagu yang dinyanyikan boleh berupa suasana ataupun kondisi dimana sedang tampil. “Jadi kalau maok nampil di suatu tempat ataupun acara,kite boleh bepanton seperti di mane bumi di pijak disituklah langit di junjong,” ujarnya saat diwawancarai, Minggu (20/1/2019).

Tundang sanggar bintang Akila sendiri berdiri sejak tahun 2007, namun sebelum mendapatkan sanggar secara resmi, tundang Akila sudah terbentuk sebelumya yaitu pada tahun 2001. “Sebenarnye tundang ini uda saye dirikan pada tahun 2001,tapi belom dapat sanggar secare resmi setelah enam taon berdirinye tundang ini barulah ditaon 2017 sanggar diresmikan dan bername sangar bintang akila,” terangnya.

Pemberian nama bintang akila sendiri bukan tanpa sebab dan makna, akila sendiri yang merupakan singkatan amanahku indah lambang anugrah, sedang bintang sendiri bermaknakan cahaya yang indah.
Sehinga makna dari bintang akilah dapat di simpulkan sebagai amanahku indah lambang anungrah yang bercahaya seperti bintang yang tidak pernah padam. “Bintang akilah itu sebenarnye ade maknenye,amanahku indah lambang anugrah. Sehingge saye berharap generasi muda agar selalu memegang amanah sebagai lambang anugrah serte bercahaye seperti bintang,” jelasnya.

Kepala Desa Parit Bugis, Husein M.Nasir sendiri mendukung penuh semua kegiatan kesenian yang ada di desanya satu diantara kesenian tundnag ini. Hal tersebut diakui oleh pimpinan tundang sanggar bintang akila saat memberikan keterangan, serta mengucapkan terimakasihnya kepala Desa Parit Bugis. Dukungan dari pemerintah desa diberikan bantuan finansial terhadap seluruh kesenian yang ada di desa Parit Bugis tersebut.

Penulis: David Nurfianto (DAP)
Editor: Marpina Sindika Wulandari
Sumber: https://pontianak.tribunnews.com/2019/01/20/sudah-jarang-ditemui-3-sanggar-lestarikan-tundang-di-mempawah