Bertempat di Hotel Orchad Jalan Gajah Mada – Pontianak, Rabu 5 Juni 2013, Badan Perpustakaan, Kearsipan dan Dokumentasi Provinsi Kalimantan Barat melaksanakan sosialisasi Peraturan Daerah Provinsi Kalimantan Barat Nomor 3 Tahun 2012 Tentang Serah-Simpan Karya Cetak dan Karya Rekam.

Kepala Bidang Perpustakaan, Drs. Sahroni selaku Ketua Panitia mengatakan, bahwa sosialisasi Perda ini merupakan kedua kalinya dilaksanakan sejak disyahkan pada tanggal 28 Mei 2012. Menurut Sahroni, ada beberapa hal yang ingin dicapai dalam kegiatan sosialisasi ini, diantaranya:

  • Membangun kesadaran masyarakat kalbar tentang pentingnya peran karya cetak dan karya rekam sebagi hasil karya cipta manusia untuk kepentingan pendidikan, penelitian, pengembangan ilmu pengetahuan dan pelestarian kebudayaan;
  • Membangun dan mengembangkan koleksi deposit daerah sebagai wahana untuk melestarikan karya cetak dan karya rekam yang dihasilkan di daerah atau berkaitan dengan daerah Kalimantan Barat;
  • Menjadikan Perpustakaan Provinsi Kalimantan Barat sebagai pusat deposit daerah Kalbar, sekaligus sebagai lembaga pengawas bibliografi (bibliographic control) di wilayah Kalimantan Barat;
  • Menjadikan Perpustakaan Provinsi Kalimantan Barat sebagai perpustakaan rujukan utama dalam bidang kedaerahan, khususnya tentang Kalimantan Barat, baik yang berkaitan dengan seni, budaya, kekayaan flora dan fauna, serta sumber daya lainnya.

Sosialisasi dibuka secara resmi oleh Kepala Badan Perpustakaan, Kearsipan dan Dokumentasi Prov. Kalbar, Drs. Marselinus Kutjai Apin. Dalam sambutannya, kutjai apin menegaskan bahwa, “peraturan daerah yang mengatur tentang serah-simpan karya cetak dan karya rekam, bukan berarti memposisikan perpustakaan daerah/provinsi sebagai lembaga penerima donasi buku, namu lebih ditekankan kepada salah satu fungsi perpustakaan sebagai lembaga pelestari karya cetak dan karya rekam. Sejatinya, posisi penerbit dan perpustakaan berada dalam satu sistem, yaitu sistem perbukuan nasional. Perlu diingat bahwa buku mencerminkan tingkat budaya bangsa dan perpustakaan mengemban fungsi pelestarian dan sekaligus juga fungsi budaya, maka penerbit mutlak untuk memenuhi undang-undang dan peraturan yang berkaitan dengan serah-simpan karya cetak, termasuk karya rekam.”

Sosialisasi Perda Serah-Simpan Karya Cetak dan Karya Rekam diikuti sekitar 100 orang terdiri dari jajaran pemerintahan daerah kabupaten/kota yang diwakili oleh Kabag Humas, perwakilan BUMN/BUMD, IKAPI Daerah Kalbar, Serikat Penerbit Surat Kabar Daerah Kalbar, para penulis, perguruan tinggi negeri/swasta, lembaga swadaya masyarakat, serta instansi terkait lainnya. Hadir sebagai pembicara, diantaranya: Kepala Badan Perpustakaan, Kepala Biro Hukum, Kepala Direktorat Deposit Bahan Pustaka, Perpusnas RI, dan DR. Herman, mewakili IKAPI Daerah Kalbar, sekaligus sebagai penulis, peneliti, dan akademisi. Acara sosialisasi ini dipandu oleh moderator, Ir. Untad Dharmawan, M.Si.