Hampir 14 tahun, hanya kurang beberapa bulan lagi kita selalu bersama setiap hari, Pembaca budiman. Hampir 14 tahun setiap pagi kami hadir di hadapan Anda menyampaikan informasi tentang Kalimantan Barat. Sehingga kita terasa dekat dan bahkan tak berjarak. Bak piring dengan gelas, keduanya saling mengisi dengan rasa. Apakah kita berpisah?

Tentu tidak, tak akan kita berpisah karena cinta membuat kita selalu bersatu. Roh Koran Equator tak akan pernah hilang dan selamanya tetap ada. Hanya saja roh jurnalistik koran yang sudah menyatu dengan masyarakat Kalimantan Barat itu bersalin baju. Kata orang, kalau nama Equator itu mengesankan seputar Kota Pontianak, kini bakal meluas lagi. Sehingga, inilah hari terakhir, tanggal 8 Juli 2012, Harian Equator menutup halamannya dengan membuka lembaran baru, sejarah baru dunia jurnalistik, dunia penerbitan di Kalimantan Barat.

Besok koran ini bersalin rupa menjadi Koran Rakyat Kalbar. Inilah koran pertama di Kalimantan yang memilih politik sebagai tautannya untuk seluruh segmen masyarakat Kalimantan Barat. Rakyat Kalbar menjadi koran pertama di pulau terbesar di Nusantara ini memilih jalur politik sebagai konten utama. Kenapa politik?

Politik, alias kekuasaan, merupakan lahan yang sangat luas. Menjadi ranah yang sangat intens dengan berbagai keinginan dan tujuan terkait kekuasaan. Dan kekuasaan, menjadi fenomena yang terus berkembang selama dunia terus berputar. Selama negara, pemerintahan dan, RAKYAT masih ada. Politik adalah cara untuk mencapai dan menjalankan serta melaksanakan kekuasaan dengan cara-cara yang bertata krama, beretika, beraturan, sebagaimana yang dijalankan dalam trias politika oleh negara.

Pembaca budiman, bertransformasinya Harian Equator menjadi Harian Rakyat Kalbar, tidak lain untuk mengawal para pelaksana politik baik objek maupun subjeknya, melalui informasi dan fungsi media umumnya. Karena itu, Harian Rakyat Kalbar memilih teori politik klasik Aristoteles, sebagai upaya yang dilakukan atau ditempuh warga negara untuk mewujudkan kebaikan bersama.

Bersama seluruh rakyat Kalimantan Barat, Harian Rakyat Kalbar akan mengawal kekuasaan agar dijalankan secara benar oleh negara, oleh pemerintah, dan pemegang kekuasaan atas kehendak rakyat. Dan kami menganggap suara rakyat adalah kekuasaan tertinggi dalam politik sebagai anugerah Tuhan yang harus ditaati.

Hari ini kita berpisah dari lembar demi lembar halaman Harian Equator. Tetapi, tetap saja ada halaman atau rubrik daerah atau kabupaten yang tidak berubah. Besok kita berjumpa dalam suasana yang berbeda, dalam konten yang lebih terbuka, dalam penyuguhan gaya jurnalistik yang lebih segar seirama dinamika rakyat Kalimantan Barat yang terus maju dan berkembang. Dan kami harus mengikuti perubahan irama itu.

Bagaimanapun, kami ada karena Anda, Pembaca budiman. Kami selalu ingin memahami dan terus belajar dari kebutuhan dan keinginan Anda memperoleh informasi. Dan besok jumpa kita dalam semangat dan dinamika berbeda.

Terima kasih atas segala dukungannya, tanpa Anda kami tiada.

Sumber: Equator-news.com
Minggu, 8 Juli 2012
Didokumentasikan: 12 Februari 2013 | 10:23