Logo_IPISesuai dengan AD/ART Ikatan Pustakawan Indonesia (IPI) , salah satu kegiatan organisasi adalah mengadakan “Rapat Kerja”. Melalui kegiatan ini diharapkan pustakawan Indonesia memiliki kebersamaan untuk memajukan organisasi IPI khususnya, pustakawan dan perpustakaan pada umumnya. Acuan utama Raker adalah pesan Program Kerja yang diamanahkan oleh Kongres IPI XII di Palembang, 2012 dan Rapat Kerja IPI XVIII di Banjarmasin, 2013. Tema yang diangkat pada Rakerpus IPI dan Seminar Ilmiah Nasional 2014 adalah “Pustakawan Indonesia Menuju Masyarakat Ekonomi ASEAN 2015”

Di samping Rapat Kerja diadakan pula “Seminar Ilmiah” yang dimaksudkan untuk meningkatkan ilmu pengetahuan dan keterampilan serta wawasan anggota IPI. Pustakawan Indonesia harus mengikuti perkembangan yang ada sehingga mempu memberikan layanan yang maksimal kepada “penikmat informasi” (baca: pemustaka). Dalam seminar diundang narasumber para pakar dan para praktisi serta pengambil keputusan yang terkait erat dengan profesi pustakawan dan perpustakaan.

Acara pembukaan akan dilaksanakan Rabu, 8 Oktober 2014 pukul 19.00 WITA di Pendopo Gubernur Kalimanatan Barat. Gubernur akan membuka secara resmi Rakerpus IPI XIX dan Seminar Nasional, sekaligus juga sebagai Pembicara Utama (Keynote Speaker). Direncanakan juga para pustakawan Indonesia akan disuguhi aneka seni dan tari Kalimantana Barat beserta hidangan khas masakan tradisional.
Rapat Kerja IPI XIX menjajikan beberapa makalah utama, antara lain:

  1. Perpustakaan Nasional RI : “PP 24 Tahun 2014 tentang Pelaksanaan UU No. 43 Tahun 2007 tentang Perpustakaan”
  2. Kementerian Luar Negeri RI: “Perpustakaan dan Masyarakat Ekonomi ASEAN 2015”
  3. Kementerian Dalam Negeri RI: “Penyelenggaraan Urusan Pemerintahan Bidang Perpustakaan di Era Otonomi”.
  4. Pangdam XII Tanjung Pura: Mayor Jenderal TNI A. Ibrahim Saleh, SE “Peran Perpustakaan dalam Ketahanan Nasional Sepanjang Sabuk Perbatasan NKRI”
  5. Budayawan dan Ilmuwan: Prof Dr Leo Sutrisno (Guru Besar Universitas Tanjung Pura) “Peran Perpustakaan dalam Pengembangan Budaya Lokal menghadapi MEA 2015”
  6. Lembaga Sertifikasi Profesi Pustakawan: Endang Ernawati, M.Lib. (Direktur LSP Pustakawan) “Kesiapan Pustakawan Indonesia Menghadapi MEA 2015”.
  7. Negara Jiran Malaysia: Jupri Bujang Masil (Ketua Sektor Pekhidmatan Pustaka Negeri Serawak) “Kerjasama Perpustakaan Dalam Menghadapi MEA 2015”

Setelah Seminar Ilmiah kegiatan dilanjutkan dengan rapat kerja. Dalam Rapat Kerja Pusat IPI 2014, akan disampaikan capaian yang telah berhasil dilakukan dan bagian Rencana Kerja yang masih belum terlaksana. Pengurus Pusat Daerah IPI dan Pengurus Daerah akan menyampaikan perkembangan terakhir organisasi.

Satu hal yang penting ditetapkan adalah calon “Tuan Rumah” penyelenggara Kongres IPI XIII tahun 2015 yang akan datang. Setiap Provinsi diberi peluang untuk menjadi pelaksana Kongres tsb.

Kegiatan yang menyertai Rakerpus IPI XIX adalah Kegiatan Orientasi Perpustakaan dan Budaya. Peserta akan mengunjungi berbagai perpustakaan yang ada di Kalimantan Barat, seperti Badan Perpustakaan dan Arsip Prov. Kalbar, Perpustakaan Universitas Tanjung Pura, Perpustakaan Kota Pontianak, dll. Sedangkan objek budaya yang akan dikunjungi antara lain rumah Adat Dayak, Istana dan Masjid Sultan Hamid, Tugu Khatulistiwa, dan Sungai Kapuas. Bahkan peserta diberi juga peluang untuk orientasi ke Perpustakaan Negeri Serawak di Kuching Malaysia. Di Serawak peserta Rakerpus akan menjadi tamu para pustakawan di Negara jiran tersebut. Di samping kunjungan professional, pustakawan juga akan diperkenalkan kekayaan budaya Negara tentangga terdekat tsb.

Kegiatan Rakerpus ini merupakan kerjasama antara PP IPI dengan PD IPI Kalbar yang sepenuhnya didukung oleh Perpustakaan Nasional RI dan Pemerintah Daerah Kalimantan Barat.

Pada malam kedua ( tanggal 9 Oktober 2014) para pustakawan Indonesia diundang oleh Kepala Perpustakaan Nasional RI untuk menghadiri “Malam Silaturrahmi Pustakawan” yang disertai dengan ramah tamah dan makan malam bersama.

Diperkirakan sekitar 600 orang pustakawan dari seluruh pelosok tanah air akan menghadiri Rakerpus. Di samping pemerhati perpustakaan, sebagian besar peserta adalah pustakawan yang mengabdi pada berbagai jenis perpustakaan, yaitu pustakawan Perpustakaan Nasional, Perpustakaan Sekolah, Perpustakaan Perguruan Tinggi, Perpustakaan Khusus, Perpustakaan Umum serta dosen dan mahasiswa Program Studi Ilmu Perpustakaan dan Informasi.

Dalam kegiatan Rakerpus IPI XIX dan Seminar Ilmiah Nasional di Hotel Aston Pontianak juga diadakan Pameran dan Bazaar yang terkait erat dengan profesi pustakawan dan perpustakaan. Pameran terbuka untuk umum secara cuma-cuma.

Diharapkan dari kegiatan ini profesi pustakawan semakin tampak (eksis) di tengah-tengah masyarakat. Kebutuhan informasi mereka merupakan tugas yang harus dipenuhi oleh pustakawan. Perpustakaan adalah lembaga informasi yang “meminjamkan” dan “mencarikan” informasi bagi pemustaka.

Jalinan silaturrahmi antar pustakawan merupakan bagian yang tak terpisahkan dari tujuan kegiatan. Dalam menghadapi tantangan dan memanfaatkan peluang, Pustakawan Indonesia harus meningkatkan mutu layanannya serta menjalin kerjasama dengan teman sejawat, baik secara lokal, nasional, mau pun internasional. Tak satupun perpustakaan di dunia ini yang lengkap dan tak satu pun perpustakaan di dunia ini mampu memenuhi semua kebutuhan pemustakanya, karena itu kerjasama adalah mutlak.