Ada sesuatu yang berbeda pada peringatan HUT ke-51 Pemindahan Ibu Kota Kabupaten Pontianak dari Pontianak (sekarang wilayah Kota Pontianak) ke Mempawah, Rabu 5 Februari 2014. Pada Upacara memperingati HUT ke-51 tersebut, Wakil Bupati Rubijanto menyampaikan bahwa pemerintah pusat telah menyetujui perubahan nama dari Kabupaten Pontianak menjadi Kabupaten Mempawah.

“Meski peraturan pemerintah terkait perubahan nama daerah belum disahkan, sudah dapat dipastikan dalam waktu yang tidak lama lagi kita akan berubah nama menjadi Kabupaten Mempawah,” ujarnya.

Menurutnya sudah sepatutnya masyarakat dan jajaran aparatur pemerintah daerah bersama seluruh pemangku kepentingan agar dapat meningkatkan koordinasi, konsolidasi, dan kebersamaan dalam pelaksanaan kegiatan pemerintahan, pembangunan. Untuk menyambut nama baru yang sesuai dengan jati diri masyarakat untuk memiliki nama sesuai dengan sejarah daerah yakni Kabupaten Mempawah. (Tribun Pontianak, Rabu 5 Februari 2014).

Mengapa Harus Kabupaten Mempawah
“Sebenarnya masyarakat sudah lama menginginkan nama daerah kita berubah menjadi Kabupaten Mempawah. Dengan adanya perubahan ini, maka akan tampak ciri khas daerah Mempawah. Sebab kalau kita lihat wilayah lain memiliki nama sesuai wilayahnya,” kata Mardan. Pria yang bergelar Pangeran Ratu Amantubillah tersebut mengatakan, dari aspek sejarah, di mana Kabupaten Pontianak awalnya terdiri atas tiga swapraja, yaitu Mempawah, Landak, dan Kubu. Dua nama terakhir kini telah menjadi Kabupaten Landak dan Kabupaten Kubu Raya. Aspek sejarah ini juga berkait dengan riwayat Kerajaan Mempawah di masa lalu.

“Kedua kabupaten pecahan dari Kabupaten Pontianak saja sudah memiliki nama masing-masing. Sehingga seharusnya kita juga harus mempunyai nama tersendiri yang menjadi identitas. Sebab keraton sendiri bernama keraton Mempawah, makanya dengan perubahan Kabupaten Mempawah, kami dari pihak keraton sangat menyambut baik,” tuturnya. (Pontianak Pos, 6 Januari 2014)

Kilas Balik Sejarah Kabupaten Pontianak
Dalam Staatblad tahun 1926 No. 59 jo Tahun 1948 No. 1986, Kalimantan Barat terbagi dalam 12 Swapraja dan Neo Swapraja. Dari 12 Swapraja itu terdapat Swapraja Mempawah, Landak dan Kubu. Berdasarkan SK Menteri Pemerintahan RI Nomor : PEM 20/6/10 Tanggal 8 September 1951 yang dulunya membagi wilayah administratif Kalimantan Barat, mengadakan pembagian wilayah administratif yang baru, terdiri dari 6 kabupaten administratif dan 1 kota administratif.

Kabupaten Daerah Tingkat II Pontianak ditetapkan ibukotanya berkedudukan di Pontianak. Dengan SK Menteri Pemerintahan Umum Otonomi Daerah no. 52/1/9 – 11 tanggal 5 Februari 1963, diadakan peninjauan kembali tentang letak ibukota Kabupaten yang dulunya berkedudukan di Pontianak kemudian dipindahkan ke Mempawah.

Pada tahun 1999 Kabupaten Pontianak dimekarkan dengan membentuk Kabupaten Landak yang didasarkan pada Undang-undang Nomor 55 tahun 1999 yang kemudian diubah dengan Undang-undang Nomor 15 tahun 2000 tentang Perubahan Undang-undang Nomor 55 tahun 1999 tentang Pembentukan Kabupaten Landak. Sebagai konsekuensi langsung dari pemekaran tersebut adalah berkurangnya luas Kabupaten Pontianak secara signifikan dari 18.171,20 km² dengan 28 kecamatan sebelum tahun 1999 (dimekarkannya Kabupaten Landak) menjadi 8.262,10 km² dengan 18 kecamatan setelah pemekaran.

Selanjutnya, tahun 2007 Kabupaten Pontianak dipekarkan lagi dengan membentuk Kabupaten Kubu Raya. Akibatnya luas Kabupaten Pontianak semakin mengecil menjadi hanya seluas 1.276,90 km² dengan 9 kecamatan, 60 desa serta 7 (tujuh) kelurahan.

Penulis: Sahroni