Catatan hitam di dunia kriminal membuatnya pernah tiga kali ditolak ketika ingin masuk Islam. Kini ia menjadi ulama yang disegani. Kabupaten Melawi dikunjungi untuk syair dakwah.

Direncanakan pada Minggu (5/2) akan diperingati Maulid Nabi Muhammad SAW 12 Rabiul Awal 1433 Hijriah. Sebelumnya, Senin (23/1), tahun baru Imlek 2563 yang bertepatan dengan tahun Naga Air.

Menyambut dua hari besar tersebut, Persatuan Islam Tionghoa Indonesia (PITI) Kabupaten Melawi akan menggelar kegiatan tablig akbar (pengajian besar), mendatangkan ustaz kondang Tan Kok Liong (Anton Medan) yang berdarah Tionghoa ini. Pengajian besar akan dihelat di pendopo rumah jabatan Bupati Melawi, Senin (30/1) pukul 09.00 pagi.

Selain menghadirkan Tan Kok Liong, PITI Melawi juga akan mendatangkan Buya Muhammad Yusuf alias Ang Chai Huat. Tablig akbar ini terbuka untuk seluruh warga Melawi, tanpa dipungut biaya.

“Seluruh warga Melawi bisa hadir dalam tablig akbar Ustaz Anton Medan dan Buya Muhammad Yusuf. Jika ingin mendapatkan inspirasi dari kedua beliau tersebut silakan datang ke pendopo kantor bupati,” kata Muhammad David Lay, salah seorang panitia kemarin.

Laki-kali yang akrab disapa Acay ini, memastikan isi materi tablig akbar ini akan sangat menarik. “Ustaz Anton Medan, lahir 1 Oktober 1957 di Tebing Tinggi, Sumatra Utara dengan nama Tan Kok Liong. Nama lahir dia juga menjadi nama Masjid Jami’ Tan Kok Liong di kompleks Pondok Pesantren (Ponpes) At-Ta’ibin, Pondok Rajeg, Cibinong yang ia dirikan bersama kawan-kawannya,” jelasnya.

Nama Anton Medan mulai dikenal pada insiden pemberontakan tahanan Polda Metro Jaya pada tahun 1977. Kejadian ini membuatnya masuk dalam 600 residivis yang akan dibuang ke Pulau Nusa Kambangan.

Ia mendapat hidayah pada 1992 bertepatan dengan bulan suci Ramadan, Anton Medan memilih Islam sebagai panduan hidupnya. Mengambil nama Muhammad Ramadhan Effendi. Sejak itu, dia memulai aktivitas sosial kemasyarakatan.

Mulai dari Ketua RW 02 kelurahan Mangga Dua Selatan Jakarta Pusat, Ketua AMPI Kecamatan Sawah Besar Jakarta Pusat, dan Ketua KNPI Jakarta Pusat. Di tahun 1996 membangun pesantren khusus eks narapidana dan preman di Cibinong, Jawa Barat.

Tahun 2005 membangun pondok pesantren terpadu berbasis kewirausahaan dan pendidikan formal SMP dan SMA. Di tengah-tengah pondok pesantren tersebut berdiri masjid berarsitektur paduan Tiongkok dan Jawa Tengah.

“Mereka merasakan Islam sebagai agama ‘rahmatan lil alamin’ atau pembawa rahman bagi alam semesta. Bagaimana dia mampu membangun masjid yang megah. Bagaimana seorang mualaf pengusaha merasakan manisnya iman. Bagaimana ia aktif berdakwah seluruh Indonesia. Pasti akan dibeberkan pada tablig akbar 30 Januari mendatang,” papar Acay meyakinkan.

“Kegiatan tablig akbar ini dalam rangka Maulid Nabi Muhammad dan sekaligus bertepatan dengan perayaan tahun baru Imlek 2563,” Ketua PITI kabupaten Melawi, H Suparmin atau Lim Khok Min.

Dijelaskannya komunitas muslim Tionghoa Melawi sangat memerlukan penambahan-penambahan ilmu keagamaan. Lantaran mereka sendiri sangat haus akan ilmu keagamaan yang bisa memotivasi agar iman semakin tebal. Hingga bisa menjalankan ajaran Islam dengan semakin baik dan semakin ikhlas. “Kedua ustaz ini sengaja kita datangkan untuk memberikan motivasi serta memeriahkan pelaksanaan tablig akbar yang akan kita laksanakan nanti,” ucapnya.

Kegiatan tablig akbar tersebut merupakan tablig akbar yang kedua diselenggarakan oleh PITI Melawi. Setiap kegiatan PITI selalu mendatangkan ustaz yang berbeda-beda. Agar memberi nuansa tersendiri.

“Kita berharap kepada masyarakat Melawi dimohon kedatangannya dalam acara kegiatan tablig akbar yang akan digelar oleh PITI Melawi nanti. Agar bisa menjalin keharmonisan semakin baik lagi,” doanya.

Dijelaskannya, kegiatan tablig akbar tersebut diselenggarakan dengan tujuan untuk mendukung mentalitas bangsa menuju Melawi yang lebih harmonis, maju dalam ekonomi, sukses dalam pembangunan, disiplin dalam kepemerintahan dalam kehidupan bermasyarakat. (sukartaji)

Sumber: Equator-news.com
Kamis, 26 Januari 2012
Diakses: 2 Januari 2012 | 8:54
Didokumentasikan: 2 Januari 2012 | 8:54