7 Agustus 2008 | 16:24 WIB

Medan ( Berita ): Antropolog Universtas Negeri Medan (Unimed), Prof. Usman Pelly, mengatakan, berdasarkan penelitian yang dilakukan tim ATMA (Alam Tamadun Malaysia) dan Leiden University ditahun 2005, disimpulkan bahwa Kalimantan Barat adalah kampung halaman (homeland) penutur Bahasa Melayu.

Tim ATMA yang merupakan tempat berhimpunnya ahli bahasa, arkeologi, antropologi, demografi dan sejarah dari manca negara itu, telah menampilkan hasil penelitian yang sangat kontroversial pada permulaan abad ke-21 ini,” katanya dalam makalahnya , Kamis [07/08].

Makalah itu ia sampaikan Rabu, pada seminar Restorasi Budaya Melayu, dengan judul Re-Inventing Budaya Melayu:Membangkitkan Batang Terendam Budaya Melayu, di Museum Negeri Sumut.

Ia mengatakan, selain menyatakan kampung halaman penutur Bahasa Melayu adalah Kalimantan Barat, penelitian itu juga menghasilkan dua kesimpulan lain yakni Bahasa Melayu Dayak Iban merupakan Bahasa Melayu yang sangat autentik (asli) yang disebut sebagai Proto-Malayic.

Serta beberapa Bahasa Melayu dari Suku Dayak lainnya yang masih terasing seperti Ngaju dan Mayaan, walaupun satu sama lain memiliki variasi, baik dari struktur, phonology dan lexicon, tetapi kadar keaslian bahasa-bahasa itu ditandai antara lain oleh minimnya pengaruh Bahasa Sansekerta dan Bahasa Arab.

“Dengan adanya ketiga kesimpulan itu maka berbagai pertanyaan seperti dimana letak kampung halaman Bahasa Melayu dan siapa penutur bahasa itu telah terjawab,” katanya.( ant )

Sumber: http://www.topix.com
Sep 16, 2008
Didokumentasikan: 12 September 2012 | 22:46