magnificent (Small)
Magnificent budaya Kalbar: Himpunan karya tulis tentang budaya dan kearifan lokal masyarakat Kalimantan Barat
Pengarang: Subjek: Sosial Penerbit: Badan Perpustakaan, Kearsipan dan Dokumentasi Provinsi Kalimantan Barat Tahun: 2020 ISBN: 978-602-73135-0-7 Halaman: 220 Pages Dimensi:
Deskripsi:

Buku ini merupakan naskah dari sejumlah peserta mengenai budaya Kalbar. Tulisan mereka dijadikan buku dengan tetap menampilkan penulisnya. Itu bagian dari penghargaan kami agar kegemaran menulis menimbulkan rasa bangga. Mudah-mudahan buku yang sederhana ini bisa menginspirasi siapa saja untuk menuliskan budayanya sendiri.

Siapapun tidak bisa membantahnya bahwa Daerah Kalimantan Barat kaya akan budaya, kaya akan kearifan lokal (local wisdom), kaya akan seni. Namun sangat disayangkan bahwa kekayaan tersebut belum dikelola secara maksimal, kebanyakan hanya bisa disaksikan secara terbatas. Tidak banyak orang luar mengetahuinya. Alangkah baiknya apabila kebudayaan yang kaya raya itu dimaksimalkan, dikembangkan, dan dilestarikan agar menjadi identitas Kalbar yang dapat disaksikan oleh dunia luar.

Apakah kekayaan budaya itu cukup hanya didengar dan disaksikan begitu saja, tanpa ada pendokumentasian? Tentunya tidak. Badan Perpustakaan, Kearsipan dan Dokumntasi Provinsi Kalimantan Barat (BPKD Prov. Kalbar) yang salh satu fungsinya melestarikan kebudayaan daerah, mempunyai cara tersendiri untuk memperkaya budaya agar semakin kaya. Lewat ajang Lomba Karya Tulis bagi Pelajar dan Mahasiswa/Umum yang dikemas dalam bentuk Essai dengan tema Kenali Cintai dan Lestarikan Budaya Lokal sebagai Identitas Daerah dinilai cukup efektif untuk mengumpulkan, mendokumentasikan, serta mengekplorasi kebudayaan lokal yang ada di Kalbar. Hasilnya cukup fantastis. Dari hasil lomba tersebut, banyak budaya lokal yang sebelumnya tidak terdengar apalagi terdokumentasi, tiba-tiba muncul. Hal tersebut sangat mengembirakan. Dari lomba tersebut secara tidak langsung, telah berhasil mengangkat budaya lokal Kalbar yang terpendam menjadi terangkat ke permukaan. Bukan sekedar lomba, melainkan berhasil mendokumentasikan tulisan dari peserta lomba ke dalam bentuk buku. Dengan buku tersebut, tulisan para peserta menjadi starting point atau langkah awal untuk mengangkat budaya lokal yang ada di Kalbar.

Awalnya kami sedikit pesimis terhadap minat peserta lomba menulis essai. Jujur harus diakui, budaya menulis masyarakat Kalbar secara umum masih minim. Hal itu terbukti dengan sedikitnya penulis asli Kalbar yang menerbitkan buku setiap tahunnya. Bahkan bisa dihitung dengan jari. Namun, dengan modal keyakinan, lomba tetap harus digelar. Hasilnya, sungguh diluar perkiraan. Untuk peserta mahasiswa dan umum, naskah yang ditulis lebih dari seratusan buah. Sayangnya, untuk tingkat sekolah lanjutan atas, tidak lebih dari 20 peserta. Mungkin inilah yang perlu dicari akar permasalhannya.

Untuk peserta mahasiswa dan umum memperlihatkan bahwa banyak penulis hebat di Kalbar. Tulisan yang dibuat sudah cukup baik. Hal yang lebih penting lagi, tulisan mereka mengangkat tentang budaya lokal. Hal ini menandakan betapa mereka sangat mencintai budayanya sendiri. Selama ini, yang bisa didengar seperti Naik Dango, Robo-robo, Meriam Karbit, Capgomeh dan lainnya. Itu semua sudah biasa disaksikan. Dengan adanya lomba tersebut, budaya-budaya yang belum pernah didengar tiba-tiba muncul ke permukaan. Disinilah manfaat kegiatan lomba yang sangat berarti bagi upaya pelestarian budaya local yang hamper punah dan terlupakan.

Sungguh disayangkan, untuk tingkat pelajar (SMA), peminatnya sangat rendah. Namun, bagi kami hal ini merupakan sebuah tantangan besar. Bagaimana untuk lomba berikutnya peserta tingkat pelajar meningkat tajam. Apakah karena di tingkat SLTA malas untuk menulis? Atau persoalan sosialisasi sehingga banyak sekolah tidak mengetahui ada lomba. Semua menjadi bahan evaluasi bagi kami. Apapun hasilnya kami sudah memulai. Kadang yang namanya memulainya itu sangat susah. Tapi, kalau sudah dimulai, biasanya untuk pelaksanaan berikutnya akan gampang.

Kami sangat mengapreasi upaya seluruh peserta yang telah mengirimkan tulisannya. kami yakin tulisan tersebut merupakan karya terbaik dari masing-masing peserta. Mereka sudah pasti membaca sejumlah referensi. Setelah itu, barulah mereka menuliskan pemikiran sesuai tema dari lomba tersebut. Walaupun tata bahasanya masih banyak kurang, namun mereka sudah memberanikan diri menjadi penulis pemula. Kalau mereka konsisten menulis, tanpa harus ada lomba, kami yakin akan banyak lahir penulis baru yang baik dan berkualitas. Inilah yang sangat diharapkan agar seluruh kekayaan budaya, seni, atau apa saja mengenai Kalbar dapat didokumentasikan dalam bentuk buku. Buku-buku itulah yang akan bercerita kepada dunia luar mengenai daya tarik (magnificent) Kalbar. Dan buku itupula yang akan menjadi warisan tak ternilai bagi generasi mendatang.

Buku ini merupakan naskah dari sejumlah peserta mengenai budaya Kalbar. Tulisan mereka dijadikan buku dengan tetap menampilkan penulisnya. Itu bagian dari penghargaan kami agar kegemaran menulis menimbulkan rasa bangga. Mudah-mudahan buku yang sederhana ini bisa menginspirasi siapa saja untuk menuliskan budayanya sendiri.

Demikian pengantar ini, semoga buku ini bermanfaat, terutama bagi masyarakat Kalimantan Barat — yang mungkin saja sudah lupa dengan budayanya sendiri — dalam upaya memelihara, merawat, melestarikan dan mengembangkan budaya lokal di Kalbar. Terima kasih kepada semua pihak yang telah membantu penertiban buku ini, terutama untuk seluruh personel tim editor, para peserta lomba, serta pihak-pihak yang tidak dapat kami sebutkan satu persatu.