Kongsi_Montrado
Kongsi-Kongsi Montrado: Sumbangan kepada sejarah dan pengetahuan dari perkumpulan-perkumpulan orang Cina di Pantai Barat Borneo
Pengarang: S.H. Schaank Subjek: Sejarah Penerbit: Pohon Cahaya Tahun: 2020 ISBN: 978-602-083338-5 Halaman: 125 Pages Dimensi:
Deskripsi:

Buku ini merupakann karya seorang berkebangsaan Belanda — S.H. Schaank — tahun 1891, yang dialihbahasakan oleh Pastor Yeri, OFMCap. Berikut adalah kata pengantar dari penulis.

Sumbangan berikut kepada sejarah dan pengetahuan dari perkumpulan-perkumpulan Orang Cina di Pantai Barat Borneo dibuat, hampir seluruhnya, atas dasar cerita turun-temurun, yang sejak 1886 disampaikan kepada saya oleh orang-orang Cina tertua di Montrado, Pamangkat, Budok, Seminis, Bengkayang dan lain tempat, dicek ulang pada buku-buku yang ada dan catatan-catatan yang masih tersisa dari zaman kongsi-kongsi, seperti surat-menyurat, formulir-formulir, papan-papan-roh, tulisan di kuburan-kuburan, mata uang dll. Sisa-sisa semacam ini, dari zaman itu, tidak banyak lagi. Banyak terbakar dan lain hilang waktu Gubernemen menghancurkan perkumpulan-perkumpulan itu; lain lagi dibuang oleh pemilik-pemilik, karena takut oleh kepemilikannya masuk bahaya. Masih sekarangpun saya hanya dengan banyak usaha berhasil melihat atau pegang data-data tertulis semacam ini. Nanti akan menjadi jelas, bahwa sumbangan ini, dalam banyak hal, sesuai dengan sumber-sumber yang ada.

Tidak boleh dilupa bahwa data-data darimana catatan-catatan itu dikumpulkan, sendiri sering tidak begitu jelas, dan sangat sulit untuk mengindentifiser nama-nama dari orang dan tempat. Banyak tempat, ump., memiliki lebih dari satu nama, dan di lain tempat tulisannya tidak sebegitu baik, sehingga hanya satu penyelidikan setempat dapat menghasilkan sesuatu yang lebih baik.

Berhubung dengan menentukan kapan sesuatu terjadi, saya selalu mengikuti data-data orang-orang Cina, yang hampir selalu cocok dengan apa yang diketahui dari tulisan-tulisan yang ada. Ingatan orang-orang Cina luar biasa. Dari beberapa fakta saya mendapat malahan bulan dan harinya kapan itu terjadi, dan kalau pemberitahuan ini diberi beberapa tahun kemudian sekali lagi, itu sama sekali sama daripada terdahulu. Ini membuktikan bahwa cerita turun-temurun dapat dipercayai.

Karena dalam waktu dekat, dengan meninggalnya orang-orang yang menjadi sumber, banyak akan hilang, saya menugaskan diri sekurang-kurangnya sesuatu amankan, yakin bahwa apa yang disam-paikan dalam tulisan ini juga dapat berguna untuk penemuan-pene-muan dalam arsip-arsip di kemudian hari. Saya harapkan juga bahwa sumbangan ini mampu memberi suatu pengertian lebih baik tentang kongsi-kongsi Cina, daripada yang kita mengetahui dari buku Prof. Veth, yang sini sana kurang jelas, walaupun kita bisa heran bahwa dia, dari begitu banyak data-data yang berbeda toh mampu mengam-bil satu kesimpulan yang benar.

Kita tidak perlu heran bahwa sumber-sumber yang diperguna-kan oleh Prof. Veth tidak begitu baik. Mereka pada umumnya diper-oleh atas dasar satu kunjungan sebentar atau informasi-informasi diberi oleh orang yang terpengaruh suatu permusuhan-permusu-han yang aktual atau oleh kepentingan diri. Juga ditemukan dalam tulisan-tulisan lama satu kesalahpahaman tentang perkumpulan-perkumpulan yang banyak, semua di bawah nama “kongsi”, sesuatu yang tidak benar. Mereka harus sunguh-sungguh dibedakan. Dalam sejarah perkumpulan-perkumpulan Cina, kata kongsi ump. berarti:
1. federasi Fo-Syun, 2. bagian-bagian dari mana Fo-Syun terbentuk, 3. pertambangan-pertambangan besar yang dekelola oleh bagian-bagian itu, 4. pertambangan-pertambangan besar yang dikelola oleh orang partikulir, dan juga oleh keempat perkumpulan ini.

Saya berpendapat bahwa saya harus membatasi diri kepada kongsi-kongsi di daerah Montrado (sekarang ‘afdeling’ Montrado), ialah pusat lama dari perkumpulan-perkumpulan Cina. Hanya dimana ini diperlukan, akan dibicarakan yang lain, yang berasal dari sini.

Sejarah mereka yang pindah ke lain tempat, atau kurang pen-ting sebagai akibat dari mendirikan pemerintah langsung di daerah-daerah dimana perkumpulan-perkumpulan itu menempatkan diri, atau telah, lengkap atau kurang lengkap, dibicarakan dalam tulisan-tulisan, seperti ump. Lan-fong dalam buku Dr. J.J.M. De Groot, “Kong-siwezen van Borneo”, dst.

Kalau saya berhasil sedikit menerangkan satu bagian dari sejarah yang masih gelap Pantai Barat Borneo, saya merasa usaha saya cukup dihargai.