Kekerabatan dan Pemetaan Bahasa-Bahasa Dayak
Kekerabatan dan Pemetaan Bahasa-Bahasa Dayak di Lembah Tayan Hulu
Pengarang: Dedy Ari Asfar; Penyunting Ahli, Chairil Effendy Subjek: Bahasa Penerbit: Elmatera Publishing Tahun: 2020 ISBN: 978-602-1222-60-7 Halaman: 170 halaman Pages Dimensi:
Deskripsi:

Buku ini merupakan hasil penelitian dialektologi dengan menerapkan pendekatan linguistik komparatif historis. Penelitian ini berusaha melihat perbandingan bahasa-bahasa Dayak di Lembah Tayan Hulu, balk secara sinkronis maupun diakronis.

Berdasarkan hasil kajian ini dapat disimpulkan bahwa bahasa Dayak di Kampung Tabat, Berakak, Senyabang, Riyai, Menyabo, dan Kubing merupakan bahasa yang sama. Walaupun, secara epistemologi lokal mereka menamakan diri mereka sebagai bahasa tersendiri, yaitu bahasa Banyadu, Taba, Pruwan, Ribun, Keneles, dan Temiang Taba. Namun, hasil analisis yang dilakukan Saudara Dedy Ari Asfar dalam buku ini menunjukkan bahasa-bahasa Dayak ini memiliki banyak kesamaannya secara linguistik. Bahasa-bahasa ini dalam perspektif lebih luas masuk dalam kelompok bahasa Bidayuhik. Bahasa-bahasa Dayak ini dianggap satu turunan dengan bahasa Bidayuh yang ada di Sarawak dan Bedayuh di sekitar perbatasan Entikong, Kabupaten Sanggau.

Buku ini berhasil mendeskripsikan fonologi varian-varian Dayak di Lembah Tayan Hulu dengan kaidah ilmu linguistik yang benar. Bahasa Dayak yang dianalisis tersebut adalah bahasa di Kampung Menyabo yang secara epistemology local diidentifikasi sebagai bahasa Dayak Taba/Temiang Taba; Kampung Tabat dan Kubing dianggap bahasa Dayak Pruwan; Kampung Berakak diidentifikasi secara lokal sebagai bahasa Dayak Banyadu’; Kampung Senyabang secara lokal disebut bahasa Dayak Keneles, dan Kampung Riyai sebagai bahasa Dayak Ribun/Hibun. Penulis berhasil mendeskripsikan fonem vokal, konsonan, dan distribusinya varian-varian Dayak di Lembah Tayan Hulu tersebut.

Buku ini juga kaya dengan informasi baru secara linguistik karena membahas praplosivisasi dalam bahasa-bahasa Dayak di Lembah Tayan Hulu. Penulis memberi wawasan kepada pembaca ciri-ciri linguistik berbentuk praplosivisasi nasal yang ternyata unik dan khas muncul dalam bahasa lokal di Kalimantan Barat. Misal, dalam bahasa Dayak di Lembah Tayan Hulu ada yang mengalami praplosivisasi nasal berbentuk /-kg/, /-tn/, dan /-pm/ pada akhir kata dan ada juga yang tidak memiliki fenomena tersebut. Alhasil, Saudara Dedy Ari Asfar mampu menjelaskannya secara linguistik komparatif historis fenomena berbeda tersebut terjadi dalam bahasa Dayak di Lembah Tayan Hulu. Selain itu, buku ini juga membahas perbandingan fonotaktik Proto-Melayu Polinesia dan bahasa Dayak Lembah Tayan Hulu serta inovasi fonologi fonem Proto-Melayu Polinesia (PMP) dalam keenam varian Dayak di Lembah Tayan Hulu.

Penulis buku berhasil membuktikan keenam varian Dayak yang dalam perspektif lokal dianggap bahasa berbeda ternyata secara linguistik adalah bahasa yang sama. Penulis melihat kekerabatan dan hubungan antarvarian Dayak tersebut dengan pendekatan linguistik komparatif historis. Dalam perspektif ini penulis melihat kekerabatan tersebut berdasarkan inovasi yang terjadi dari bahasa Proto-Melayu Polinesia ke dalam bahasa Dayak di Lembah Tayan Hulu, seperti inovasi PMP *a, *? *-uy, *- ?y, *-ay, *-aw , *-iw, *q, *Z, *z, *j, dan *R, *1 > r yang berinovasi dengan mengalami merger secara linguistik.

Hasil analisis penulis secara dialektologi ini juga dipetakan dalam bentuk peta fonologis. Peta ini menunjukkan kekerabatan varian-varian Dayak di Lembah Tayan Hulu dengan pendekatan linguistik komparatif historis.

Berdasarkan pertimbangan di atas, saya bangga sebagai penyunting ahli buku Kekerabatan dan Pemetaan Bahasa-Bahasa Dayak di Lembah Tayan Hulu ini, baik dari sisi teknis bahasa maupun isi kajian menyajikan informasi bermanfaat untuk ahli linguistik. Hasil kajian lapangan yang sangat bernas dan sahih. Buku yang ditulis Saudara Dedy Ari Asfar ini membuka cakrawala dan pengetahuan tentang kekerabatan bahasa Dayak sekaligus cara memetakan bahasa dengan pendekatan linguistik sejarawi atau linguistik komparatif historis. Buku ini pantas dibaca khalayak umum yang ingin mendalami tentang bahasa-bahasa Dayak. Buku ini juga sangat layak dibaca peneliti linguistik yang ingin mendalami bahasa secara sinkronis dan diakronis dalam perspektif Pulau Borneo.