No Image Available
Kalimantan Barat: Lintasan Sejarah dan Pembangunan Pengarang
Pengarang: Aju, Zainuddin Isman Subjek: Sejarah Penerbit: LPS-AIR Tahun: 2020 ISBN: 978-602-18483-1-9 Halaman: 346 Pages Dimensi:
Deskripsi:

Dalam sejarah Pulau Borneo pada masa silam, wilayah pantai Barat dan Selatan Kalimantan Barat yang masih bernama Borneo Barat merupakan jalur perdagangan penting yang diperbutkan para pedagang bangsa Portugis, Spanyol, Belanda, dan Inggeris. Bahkan jauh sebelum itu, pedagang-pedagang dari Jazirah Arab dan negeri China sudah menyinggahi beberapa tempat di wilayah pantai Barat Pulau Borneo.

Keterbukaan hubungan dengan dunia luar ini menyebabkan penduduk di wilayah pesisir pantai Barat dan Selatan Kalimantan Barat telah banyak menerima pengaruh kebudayaan luar. Penemuan arkeologi di Sambas, misalnya, menujukkan bahwa agama Hindu pernah ada di wilayah itu pada kira-kira abad kedelapan Masehi. Namun, para peneliti/penulis sejarah Indonesia belum menempatkan Kalimantan Barat sebagai wilayah yang penting dalam perkembangan sejarah peradaban Indonesia.

Buku yang kami beri judul Kalimantan Barat: Lintasan Sejarah dan Pemba ngunan, membicarakan beberapa peristiwa penting yang terjadi pada zaman kolonial, menjelang dan sesudah kemerdekaan Indonesia. Selama ini kebanyakan penulis mengenai Kalimantan Barat, lebih memfokuskan pada sejarah pemerintahan dan politik. serta persoalan etnisitas penduduk.

Penulis seperti PJ. Veth, van der Kemp, van Rees, Keppel, Rutter, Graham Irwin, dan lain-lainnya lebih banyak menggambarkan pelbagai peperangan antara kerajaan, persaingan Inggeris dan Belanda, perubahan politik dan administrasi pemerintahan. Sedangkan Victor. King, Yekti Maunati, dan lain-lainnya lebih banyak menggambarkan persoalan etnistitas di wilayah ini.

Dalam buku ini, penulis berusaha menyajikan gambaran yang lebih luas tentang Kalimantan Barat dalam perspektif kesejarahan dan pembangunan. Sejarah kerajaan, peranan kolonial Belanda dan Inggeris, masa pendudukan Jepang, Daerah Istimewa Kalimantan Barat (DIKB), persaingan politik antara pendukung Indonesia menjadi negara federal dan negara kesatuan, masalah PGRS/PARAKU (Pasukan Gerilya Rakyat Sarawak/Pasukan Rakyat Kalimantan Utara), pembangunan perbatasan, dan lain-lainnya merupakan bagian penting dalam buku ini.

Meskipun hanya digambarkan dalam lintasan yang disajikan dalam bentuk penggambaran ilmiah dan jurnalistik, penulis berharap buku ini bisa menambah informasi dan wawasan bagi siapa saja yang ingin mendalami Kalimantan Barat dalam konteks Pulau Kalimantan (Borneo) di masa silam dan Indonesia pada masa sekarang. Sumber utama yang menjadi bahan rujukan penulisan ini adalah manuskrip dan buku-buku, laporan-laporan yang ada kaitan dengan Borneo Barat atau Kalimantan Barat yang berasal dari laporan para pejabat Belanda dan Inggeris.

Kemudian dilengkapi dengan buku-buku dan dokumen terbaru yang telah dikaji para peneliti Kalimantan, serta hasil investigasi jurnalistik yang dilakukan penulis melalui wawancara dengan para saksi hidup beberapa peristiwa yang terjadi di daerah ini. Laporan kegiatan pembangunan dari pemerintah daerah Kalimnatn Barat, juga memperkaya penulisan buku ini.

Kami menyadari bahwa naskah yang ditulis dalam buku ini belum merupakan hasil penelitian mendalam, baru pada penyajian catatan sehingga di sana-sini masih terdapat kekurangan yang terbuka untuk dilakukan perbaikan dan koreksi. Walaupun demikian, apa yang disajikan dalam buku ini diharapkan ada manfaatnya bagi kemajuan daerah Kalimantan Barat.