No Image Available
J.C. Oevaang Oeray: Langkah dan Perjuangannya
Pengarang: Aju, Syafaruddin Usman Subjek: Sejarah Penerbit: Samudra Mas Tahun: 2020 ISBN: 978-979-5794-75-4 Halaman: 336 Pages Dimensi:
Deskripsi:

Zaman memang bergerak ke arah yang ditentukan oleh banyak hal. Sejarah mengalir, tapi jejaknya tidak selalu lurus. Setelah voting ketiga, serempak para fraksi memutuskan tidak akan lagi mengikuti sidang Konstituante setelah reses, 2 Juni 1959. Keadaan gawat inilah yang menyebabkan Presiden Soekarno mengeluarkan Dekrit Presiden, 5 Juli 1959, yang mengakhiri riwayat lembaga ini.

Perjuangan menetapkan Pancasila sebagai ideologi negara, keprihatinan terhadap implikasi perdebatan panjang kalangan anggota Konstituante, antara kelompok nasionalis dan Islam. Johanes Chrisostomus Oevaang Oeray dari Partai Persatuan Dayak (PPD) Provinsi Kalimantan dan Ketua Fraksi Golongan Minoritas Konstituante, merupakan pihak pertama yanq mengusulkan Pancasila sebagai ideologi Negara di dalam sidang Konstituante di Bandung.

Namun sikap Pemerintah berbeda. Saat anggota Konstituante tengah melakukan lobi, tapi dalam rangka usaha untuk mengendalikan keadaan, maka dikeluarkan Peraturan Penguasa Perang Pusat/Kepala Staf Angkatan Darat, 3 Juni 1959 Nomor Prt/Perperpu/040/1959 tentang larangan adanya kegiatan-kegiatan politik.

Sejarah kemudian mencatat, kewenangan Konstituante memang diveto Tentara Nasional Indonesia Angkatan Darat (TNI-AD). Konstituante dipaksa menghentikan aktifitasnya oleh TNI-AD.